Latest Post

 

INFONEWS - Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, melakukan kunjungan ke Pasar Raya Fase VII, Sabtu (21/2/2026) sore. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai keluhan pedagang sekaligus memastikan pengelolaan fasilitas publik berjalan sesuai aturan.

Dalam peninjauan tersebut, Rachmad menemukan adanya dugaan pungutan liar pada sejumlah fasilitas pendukung pasar. Salah satunya adalah pungutan biaya penggunaan toilet umum sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 per orang.

Menurut Rachmad, biaya tersebut seharusnya tidak lagi dibebankan kepada masyarakat karena anggaran perawatan dan jasa kebersihan sudah dialokasikan melalui APBD Kota Padang.

“Fasilitas WC ini sudah dianggarkan, termasuk biaya cleaning service. Jadi tidak semestinya ada pungutan tambahan kepada pedagang maupun pengunjung,” tegas Rachmad di sela-sela sidak.

Selain itu, ia juga menyoroti pungutan parkir di dalam kawasan Fase VII yang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, dana tersebut diduga tidak masuk ke kas daerah.

“Kami sudah konfirmasi langsung. Informasi yang kami peroleh, uang parkir itu tidak tercatat sebagai pendapatan daerah. Ini tentu harus segera ditertibkan,” ujarnya.

Rachmad menegaskan, Pasar Raya Fase VII dibangun menggunakan dukungan anggaran pusat sekitar Rp103 miliar. Karena itu, ia menilai pengelolaan pasar harus transparan dan tidak memberatkan pedagang, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Ia memastikan Komisi II DPRD Padang akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menindak tegas jika terbukti terjadi praktik pungli.

Tak hanya soal pungutan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Rachmad untuk mendengar langsung keluhan pedagang. Sejumlah persoalan yang disampaikan antara lain sirkulasi udara yang dinilai kurang optimal, ukuran lapak yang sempit, hingga sistem keamanan dan keselamatan kebakaran.

Pedagang menyoroti pentingnya standar operasional keselamatan, terutama setelah kejadian kebakaran sebelumnya yang disebut terkendala tekanan air yang rendah.

“Semua masukan ini akan kami tindak lanjuti bersama Dinas Perdagangan dan instansi terkait. Keselamatan dan kenyamanan pedagang menjadi prioritas,” katanya.

Dalam pertemuan itu, pedagang kaki lima (PKL) juga mengusulkan agar diberikan izin berjualan mulai pukul 17.00 WIB hingga malam selama bulan Ramadan. Mereka menyatakan siap kembali menempati lokasi di basement setelah Lebaran sesuai penataan yang telah ditetapkan.

Rachmad menyebut aspirasi tersebut sudah disampaikan kepada Wali Kota Padang dan saat ini masih dalam pembahasan. Ia berharap keputusan yang diambil nantinya tetap mengedepankan kepentingan pedagang tanpa mengabaikan aturan.

“Kami hadir bukan sekadar melihat, tetapi memastikan ada solusi. Ini bagian dari komitmen kami untuk memperjuangkan hak-hak pedagang,” tutup Rachmad.

Kunjungan ini menjadi bukti sinergi antara DPRD Kota Padang dan DPR RI dalam mengawal pengelolaan fasilitas publik agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Rachmad didampingi anggota DPR RI, Andre Rosiade, serta seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang. Mereka berdialog langsung dengan para pedagang guna menyerap aspirasi dan menggali persoalan yang muncul sejak pasar tersebut beroperasi. (*)

 

INFONEWS -Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, menghadiri pembukaan kegiatan Donor Darah dan Bazar HBT–WHBT yang digelar di Gedung HBT, Jalan Kelenteng No. 311 Padang, Sabtu (21/2/2026).

Donor darah dilaksanakan mulai 21 hingga 26 Februari 2026, sementara Bazar HBT–WHBT berlangsung dari 21 Februari hingga 2 Maret 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Dua Tradisi, Satu Kebahagiaan” ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Imlek. Acara tersebut menjadi simbol kebersamaan, toleransi, serta kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Padang.

Dalam sambutannya, Zulhardi Z Latif mengapresiasi inisiatif panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan donor darah dan bazar tersebut. 

Ia menilai kegiatan ini bukan hanya mempererat persatuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan darah.

“Kegiatan donor darah seperti ini sangat membantu ketersediaan stok darah di PMI, terlebih menjelang Ramadan yang biasanya kebutuhan darah tetap tinggi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor dan panitia,” ujarnya.

Selain aksi kemanusiaan kata Zulhardi, bazar tersebut juga menghadirkan pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.(*)

 

INFONEWSUpaya penanganan banjir di kawasan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, akhirnya memasuki babak baru setelah puluhan tahun dikeluhkan warga. Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, menegaskan pembenahan kawasan tersebut kini menjadi prioritas nyata, menyusul tersedianya anggaran Rp100 miliar dari pemerintah pusat.

Kepastian anggaran itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, saat bersilaturahmi dengan warga Rawang, Jumat (20/2/2026). Dana tersebut telah dialokasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan akan segera memasuki proses tender, dengan target pekerjaan fisik dimulai pada Oktober 2026.

Namun di balik kepastian anggaran tersebut, Rachmad Wijaya disebut menjadi salah satu figur yang konsisten menyuarakan persoalan banjir Rawang hingga mendapat perhatian serius di tingkat pusat.
Masalah drainase dan genangan air di Rawang bukan isu baru.

Warga setempat telah lama mengeluhkan kondisi tersebut, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Namun menurut Rachmad, baru dalam beberapa waktu terakhir persoalan ini benar-benar masuk dalam skala prioritas pembangunan.

“Ini bukan persoalan satu atau dua tahun. Sudah puluhan tahun warga mengeluhkan banjir di Rawang. Alhamdulillah, sekarang ada kerja nyata dan kepastian anggaran,” ujar Rachmad Wijaya.
Ia menegaskan, koordinasi antara DPRD Kota Padang dan DPR RI menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program tersebut.

Anggaran Rp100 miliar itu akan difokuskan untuk:
• Normalisasi dan perbaikan sistem drainase
• Pembangunan trotoar
• Pemasangan serta peningkatan penerangan jalan umum

Menurut Rachmad, pembenahan tidak hanya bertujuan mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas tata kota dan kenyamanan lingkungan warga.

“Kita ingin Rawang tidak lagi dikenal sebagai kawasan langganan banjir, tetapi menjadi kawasan yang tertata dan aman,” katanya.

Andre Rosiade menyebut pembenahan Rawang merupakan bagian dari komitmennya kepada masyarakat. Ia memastikan anggaran sudah tersedia dan tinggal menunggu proses administrasi serta tender.

Selain proyek infrastruktur, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan 1.000 paket sembako senilai sekitar Rp137 juta, serta bantuan lebih dari Rp17 juta untuk balai pemuda, UMKM, RT, anak yatim, dan kegiatan sosial lainnya.

Rachmad Wijaya mengapresiasi perhatian yang diberikan Andre terhadap warga Padang Selatan. Menurutnya, kolaborasi legislatif daerah dan pusat menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat dapat diwujudkan jika diperjuangkan secara konsisten.

Tak hanya fokus pada Rawang, Andre juga tengah memperjuangkan anggaran lebih dari Rp18 triliun untuk pembenahan infrastruktur pascabanjir bandang di Kota Padang dan Sumatera Barat pada tahun anggaran 2026.

Selain itu, untuk sektor air bersih, tersedia alokasi dana pusat sebesar Rp708 miliar guna memperbaiki sarana dan prasarana PDAM yang terdampak bencana.

Bagi Rachmad Wijaya, langkah ini menjadi momentum penting bahwa persoalan banjir dan infrastruktur di Kota Padang tidak lagi sekadar wacana.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil nyata. Hari ini kita melihat ada progres yang jelas dan anggaran yang konkret,” tegasnya.

Dengan masuknya proyek pembenahan Rawang ke tahap tender, masyarakat kini berharap realisasi berjalan sesuai jadwal dan mampu menjawab persoalan banjir yang telah berlangsung selama puluhan tahun. (*)

INFONEWS- Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas lembaga dan penguatan komitmen bersama dalam momentum Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang digelar di Gedung Youth Center, Jalan Bagindo Aziz Chan Nomor 2, Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan bertema “Satu Tahun Kepemimpinan, Satujuan untuk Kejayaan Kota Padang” tersebut menjadi ruang evaluasi capaian sekaligus penguatan arah pembangunan Kota Padang yang unggul dan berkelanjutan.

Acara ini juga dirangkai dengan Buka Puasa Bersama, yang semakin mempererat silaturahmi antara unsur pemerintah, legislatif, Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran Pemerintah Kota Padang.

Muharlion menyampaikan bahwa satu tahun kepemimpinan merupakan fase penting dalam membangun fondasi kebijakan lima tahun ke depan.

Ia menegaskan DPRD Kota Padang akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara optimal agar seluruh program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Refleksi ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum konsolidasi dan penguatan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif demi memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi yang solid menjadi kunci dalam mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota yang maju, religius, dan berdaya saing.

Dalam pemaparannya, Fadly Amran menyebut satu tahun kepemimpinannya bersama Maigus Nasir menjadi pijakan awal untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar (smart city) yang berlandaskan agama dan budaya.

Program prioritas yang telah berjalan meliputi penguatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Langkah-langkah tersebut, menurut Muharlion, perlu terus dikawal bersama agar arah pembangunan tetap konsisten dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Buka Puasa Bersama yang berlangsung penuh keakraban. Momentum ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan seluruh elemen daerah dalam mendukung pembangunan Kota Padang.

Muharlion menilai suasana kebersamaan tersebut mencerminkan semangat kolaboratif yang harus terus dijaga, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan dinamika ekonomi ke depan.

“Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama kita. Dengan sinergi dan komitmen bersama, insyaallah Kota Padang akan semakin maju dan sejahtera,” tegasnya.

Melalui refleksi satu tahun kepemimpinan yang dirangkai dengan buka puasa bersama, DPRD dan Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dalam mewujudkan kejayaan Kota Padang secara berkelanjutan. (*)

 

INFONEWS -Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, secara resmi menutup kegiatan Pesantren Bunda Solehah yang digelar di Masjid Muhajirin, Blok H Manggis, Perumnas Belimbing, Kecamatan Kuranji, Minggu (22/2). Kegiatan pembinaan keagamaan yang telah berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (20/2) itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai lingkungan sekitar.

Dalam sambutannya, Muharlion menyampaikan apresiasi atas konsistensi kaum ibu Majelis Taklim Masjid Muhajirin yang terus menghadirkan ruang belajar dan penguatan nilai-nilai keislaman. Ia berharap ilmu dan nasihat yang diperoleh selama pesantren tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan rumah tangga dan interaksi sosial.

“Dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkungan perumahan, sering muncul hal-hal kecil yang memicu rasa iri dan tidak nyaman. Ada yang resah melihat tetangga merenovasi rumah, ada pula yang gusar ketika orang lain membeli kendaraan baru. Semoga sikap-sikap seperti itu tidak tumbuh di tengah-tengah kita,” ujarnya, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati dan memperkuat ukhuwah.

Muharlion juga mendorong agar kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Padang dalam merancang program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pembinaan berbasis masjid yang menyasar kaum ibu memiliki dampak strategis, karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi.

Sebelumnya, Ketua RW 12 Kelurahan Kuranji, Sawir Pribadi, melaporkan bahwa Pesantren Bunda Solehah merupakan agenda rutin Majelis Taklim Masjid Muhajirin. Tahun ini, peserta mencapai 120 orang, tidak hanya berasal dari RW 12, tetapi juga dari sejumlah RW tetangga. Antusiasme tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa kebutuhan akan pembinaan spiritual di tengah masyarakat masih sangat tinggi.

Ia berharap materi yang telah diberikan selama tiga hari dapat menjadi pedoman dalam membina rumah tangga dan membangun hubungan sosial yang harmonis. “Kami berharap sepulang dari kegiatan ini, ibu-ibu semakin sabar, bijak, dan menjadi teladan di keluarga maupun di lingkungan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Masjid Muhajirin, Nasril, menekankan pentingnya peran ibu dalam mendidik anak sebagai generasi penerus. Ia berharap pesantren ini menjadi momentum untuk memperkuat peran tersebut, sehingga nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh sejak dini di lingkungan keluarga.

Penutupan Pesantren Bunda Solehah turut dihadiri seluruh ketua RT se-RW 12, jajaran pengurus Masjid Muhajirin, serta tokoh masyarakat setempat. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan diharapkan menjadi energi baru dalam mempererat solidaritas dan membangun lingkungan yang lebih harmonis di Kecamatan Kuranji. (*)

Infonews - Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sipora jaya, Kecamatan Sipora Utara, kepulauan Mentawai terus menunjukkan perkembangan positif yang di kerjakan pihak pelaksana, dimana saat ini pekerjaan sudah mencapai 40 persen.


Proyek ini menjadi bagian dari program nasional dalam rangka penguatan ekonomi desa yang saat ini tengah berjalan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Desa Sipora Jaya yang progres pembangunannya terus berjalan dengan target bulan Maret rampung.


Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program prioritas nasional yang diluncurkan pada 2025 untuk memperkuat ekonomi akar rumput, memberdayakan UMKM, dan menyinergikan BUMDes dengan program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini berfokus pada kemandirian desa dan ekonomi kerakyatan. 


Kepala Pelaksana Kopdes Mentawai, Benni Gulo mengatakan, poin penting terkait program KDMP ini untuk menghidupkan ekonomi lokal di pedesaan, memotong rantai distribusi yang rumit, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat ketahanan pangan.


Pekerja tengah melakukan plesteran gedung KDMP Desa Sipora Jaya

Implementasi dari Koperasi Desa Merah Putih adalah program ini bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) di wilayah setempat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.


Dalam proses pekerjaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sipora Jaya ini melibatkan Kodim 0319/Mentawai sebagai pengawas di lapangan. Sehingga pembangunan KDMP terawasi dengan baik.


Wakil Pelaksana Kopdes, Ande Nimen menyebut, pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sedang dalam tahap digeber secara masif di berbagai wilayah Indonesia, untuk di Mentawai masih satu gedung di selesaikan yakni KDMP Desa Sipora Jaya sebagai percontohan 


“Pembangunan KDMP Desa Sipora Jaya ini sebagai percontohan, dimana lokasinya terletak di pusat kota dan sangat strategis, dimana progres pekerjaan saat ini sudah di angka 40 persen” sebut Ande Nimen kepada media, Jumat (20/2/2026).


Lokasi pembangunan KDMP Desa Sipora jaya di lapangan km.7

Dia menyebut, program ini bagian dari percepatan ekonomi desa. Nah dalam progres pekerjaan pembangunan KDMP ini seluruh pembiayaan pembangunan gedung koperasi desa ini ditanggung sepenuhnya oleh PT Agrinas sebagai pihak pelaksana yang ditunjuk pemerintah pusat.


Lebih lanjut di sampaikan Ande Nimen, bahwa pembangunan gedung KDMP Desa Sipora Jaya ini di mulai sejak pertengahan Desember. Jadi ditargetkan penyelesaian sekitar bulan Maret 2026.


Dikatakan, pembangunan KDMP yang diserahkan kepada pihak pelaksana totalnya sebanyak 43 titik, namun ada beberapa lokasi di desa yang terkendala baik soal lahannya, posisi lokasi serta soal kepemilikan. Ini merupakan persyaratan pembangunan KDMP.


“Tahun 2026 ini kita upayakan untuk menyelesaikan sebanyak 43 titik lokasi pembangunan KDMP di kepulauan Mentawai sesuai dengan instruksi yang diperkirakan mulai pekerjaan maret 2026” sebut Nimen.


Pelaksana cek pekerja yang tengah melakukan plesteran dinding gedung

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan pembangunan KDMP di 43 desa di Mentawai tidak semuanya tersedia lokasi pembangunan, ini menjadi kendala, karena syarat pembangunan KDMP ini kalau dapat dipusat kota atau pusat Desa yang mudah dijangkau masyarakat.


“Lokasi KDMP ini tidak hanya struktur bangunannya saja yang di bangun juga ada lokasi parkiran, karena tempat ini akan menjadi pusat perbelanjaan bagi masyarakat nantinya” ucap Nimen.


Dikatakan, rencana tahap pertama ini akan di bangun 20 titik KDMP di Mentawai yang akan di mulai Maret dan ditargetkan rampung di bulan Oktober 2026, sedangkan tahap kedua akan direncakan di mulai di Juni 2026.


Pelaksana bersama pekerja

Dalam upaya mengejar target pembangunan KDMP di wilayah Mentawai ini diharapkan dapat berjalan lancar, sehingga kehadiran KDMP disetiap desa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.


Kita berharap semua desa sudah ada gedung KDMP, sehingga para pengurus koperasi dapat menjalankan tugasnya dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat termasuk PAD desa” tutupnya mengakhiri, (Ers).



Editor : Tim Redaksi


 

Infonews - Guna memperkuat komunikasi di berbagai kalangan, Babinsa Koramil 04/Sikakap,Kodim 0319/Mentawai, Serka Angerango Gea sambangi buruh pelabuhan di dusun Sibaibai, Desa Sikakap,Kecamatan Sikakap,Kepulauan Mentawai.


Komsos yang di laksanakan Babinsa ini merupakan media mempererat silahturahmi serta menjalin keakraban dengan berbagai kalangan terutama warga binaan.


Pada kesempatan itu, Babinsa sharing terkait aktivitas bongkar muat saat kapal masuk di pelabuhan serta bahas penghasilan yang di dapat para buruh pelabuhan.


"Kita sebagai Babinsa selalu memberikan dukungan kepada warga binaan dalam meningkatkan perekonomian" sebut Babinsa saat komsos dengan Buruh pelabuhan Rijon di Dusun Sibabai, Sabtu (21/2/2026).


Dia menyampaikan selama pelaksanaan ramadhan perlu saling menghargai antara sesama, sehingga kerukunan antar umat bergama tetap terjaga dengan baik.


"Penting kita saling menjaga antar sesama terutama bagi umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa" tuturnya.



Editor : Tim Redaksi

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.