Latest Post

 



INFONEWS- Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian KAI Divre II Sumbar kepada masyarakat dan penumpang KA di bulan suci Ramadan. KAI Divre II Sumbar sebarkan berkah Ramadhan melalui pembagian takjil dan makanan berbuka puasa serta pesan keselamatan di stasiun Padang, Selasa (17/3).

Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan pembagian takjil dan makanan berbuka puasa gratis ini diberikan kepada masyarakat dan penumpang KA di Stasiun Padang menjelang waktu berbuka puasa yakni untuk keberangkatan KA Pariaman relasi Padang - Naras sedangkan untuk masyarakat diberikan pada pukul 17.00 WIB s.d selesai.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Divre II Sumbar kepada masyarakat sekitar dan bagian dari komitmen Divre II Sumbar  untuk memberikan layanan lebih kepada para pelanggan khususnya di bulan suci Ramadhan. Pembagian takjil dan makanan berbuka puasa ini juga bentuk apresiasi kami kepada penumpang yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan mereka,” ujar Reza. 

Pembagian takjil, makanan dan air mineral kepada masyarakat dilakukan di gerbang masuk Stasiun Padang sedangkan untuk penumpang KA dibagikan di area gate in setelah penumpang melakukan pemeriksaan tiket.

Reza berpesan kepada penumpang KA yang berbuka puasa (makan dan minum) di atas KA selama dalam perjalanan. Penumpang harus selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah sisa makanan dan minumannya ke tempat yang telah disediakan.

Pada kesempatan yang sama, Divre II Sumbar juga berbagi pesan keselamatan dalam pelaksanaan sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di area stasiun Padang dan perlintasan sebidang km 6+800 petak jalan Padang-Bukit Putus. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu, tidak beraktivitas di jalur rel, serta mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama.

“KAI Divre II Sumbar berharap program ini bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi penumpang saat berpergian menggunakan kereta api di bulan suci Ramadhan ini. Kami ingin memastikan bahwa pelanggan kereta api tetap bisa menikmati perjalanan yang nyaman, bahkan saat berbuka puasa di perjalanan.” tutup Reza.(*)

 


INFONEWS-Dalam rangka mempererat hubungan kemitraan dan meningkatkan sinergi dengan insan pers serta menyukseskan Angkutan Lebaran tahun 2026 , PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers masa Angkutan Lebaran tahun 2026, Senin (16/3). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran penting jurnalis dalam mendukung penyebaran informasi terkait layanan, program, serta perkembangan KAI kepada masyarakat luas.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab berdialog langsung dengan para jurnalis mengenai berbagai isu aktual perkeretaapian, khususnya terkait persiapan dan peningkatan pelayanan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap masukan dan harapan media terhadap peningkatan kualitas layanan informasi KAI. Selain itu, kegiatan juga di isi dengan doa bersama mengenang wafatnya sahabat jurnalis Alm. Afriandi (Jurnalis Metro TV Sumbar) dan Alm. Perdana Putra (Wartawan kompas.com).

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam menjaga kemitraan yang sehat dan produktif bersama media. “Jurnalis memiliki peran yang sangat penting sebagai jembatan informasi antara KAI dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan apresiasi kepada insan pers sekaligus membuka ruang dialog yang lebih dekat dan terbuka. Kami percaya, komunikasi yang baik akan menghadirkan pemberitaan yang lebih edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi publik,” ujar Reza.

Reza menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum bagi KAI untuk menerima berbagai masukan konstruktif dari awak media. “Kami ingin terus berbenah, termasuk dalam hal transparansi informasi dan pelayanan publikasi. Masukan dari rekan-rekan jurnalis sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan, baik di lapangan maupun dalam kegiatan kehumasan,” jelasnya.

Melalui dialog santai yang dikemas dalam suasana kekeluargaan, KAI Divre II Sumbar berharap hubungan baik antara perusahaan dan media dapat terus terjalin. Selain membahas agenda perusahaan, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi publikasi ke depan serta evaluasi penyampaian informasi agar semakin cepat, tepat, dan relevan bagi masyarakat.

“KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk menjaga transparansi, profesionalitas, serta kemitraan yang harmonis dengan seluruh media. Kegiatan visitasi media ini direncanakan menjadi agenda rutin sebagai bentuk penghargaan atas peran vital jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan selama Masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi keselamatan serta aksi kepedulian sosial guna meminimalisir potensi kecelakaan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa sebelumnya, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan di empat titik perlintasan sebidang. Lokasi tersebut meliputi perlintasan Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, serta perlintasan Km 42+8/9, Km 43+800, dan Km 45+5/6 petak jalan Lubuk Alung - Kayutanam.

Pada Senin (16/3), KAI Divre II Sumbar kembali melaksanakan kegiatan serupa dengan menggandeng komunitas pecinta kereta api Sumatrain serta Transport for Padang. Kegiatan sosialisasi kali ini dilaksanakan di perlintasan sebidang KM 1+3/4 petak jalan Padang - Pulau Air, tepatnya di Perlintasan Tarandam.

Sosialisasi dilakukan dengan cara menyampaikan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan menggunakan pengeras suara, memasang spanduk bertema keselamatan, serta membagikan stiker yang berisi pesan keselamatan “Berhenti Sejenak, Tengok Kanan Kiri, Pastikan Kondisi Aman, Lanjutkan Perjalanan”. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mendahulukan perjalanan kereta api serta lebih berhati-hati ketika melintasi perlintasan sebidang.

Sebagai bentuk kepedulian di bulan Ramadan, dalam kegiatan tersebut KAI Divre II Sumbar juga membagikan takjil untuk berbuka puasa serta souvenir kepada para pengguna jalan yang melintas di lokasi sosialisasi.

Reza menjelaskan bahwa hingga Maret 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan lima kali kegiatan sosialisasi keselamatan, baik di perlintasan sebidang maupun di lingkungan sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional kereta api.

“Upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang terus kami perkuat. Palang pintu hanyalah salah satu perangkat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu berhenti, imbauan tengok kanan dan kiri, papan peringatan untuk mendahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis, serta berbagai rambu keselamatan lainnya. Namun, seluruh perangkat tersebut akan lebih efektif apabila didukung oleh kedisiplinan pengguna jalan,” ujar Reza.

Ia menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Pelanggaran di perlintasan tidak hanya berisiko bagi pengguna jalan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan awak kereta api yang tengah menjalankan tugas. Oleh karena itu, KAI menegaskan sikap tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran yang mengabaikan aturan keselamatan.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa perlintasan sebidang merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan raya yang muncul seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan. Kondisi ini menuntut kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu lalu lintas, termasuk kewajiban menggunakan helm bagi pengendara roda dua serta mendahulukan perjalanan kereta api.

Pelanggaran di perlintasan sebidang tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kunci utama keselamatan adalah disiplin dan kesadaran bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi jalur kereta api,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

KAI Divre II Sumbar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Apabila masyarakat menemukan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta api, dapat segera melaporkannya melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.(*)

 

DREF IFRC Monitor Penyaluran Bantuan di Kantor Pos Indonesia Padang. 

INFONEWS- DREF / Disaster Emergency Response Manager IFRC ( Intenational Federation Red Cross and Red Crossent Sosiaty) Indonesia, melakukan monitoring di Kota Padang dan Agam, tentang proses dan pelaksanaan BNT (bantuan non tunai ) dan pelayanan lainnya.Program BNT di Sumbar untuk Agam 844 KK dan Kota Padang 314 KK, Per kk dapat uang tunai Rp juta.

Dukungan Biaya Operasional , dan sarpras tanggap darurat PMI , termasuk di Sumbar sebagaian besar berasal dari DREF IFRC.

Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif menyampaikan, pendistribusian bantuan ini di monitor langsung oleh Manager DREP IFRC didampingi oleh Ketua Bidang PB dan Logistik PMI Provinsi Sumbar bersama dengan Ketua PMI Kota Padang.Sabtu (16/3/2026).

"Proses pencairan bantuan dana tersebut diambil langsung oleh masyarakat yang sudah diverifikasi di kantor Pos Indonesia Kota Padang,"kata Zulhardi Z Latif.

Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu bagi masyarakat kita korban bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.

Kabid PB dan Logistik PMI Provinsi Sumbar Hidayatul Irwan menyampaikan ucapan. PMI Provinsi Sumatera Barat mengucapkan terima kasih atas bantuan program non tunai (BNT) untuk penyintas bencana di khususnya di Kabupaten Agam dan di Kota Padang. Semoga bantuan non tunai ini sebesar Rp1 juta per KK dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh penerima bantuan.

Sementara Dining ,Manager DREP IFRC menyampaikan bahwa bantuan yang kita salurkan melalui kantor Pos Indonesia di Kota Padang saat berjalan lancar. Hari ini pencairan BNT merupakan hari terakhir yang disalurkan untuk 314 KK. "Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, " ungkapnya. (bim)

 

Infonews - Guna menjalin komunikasi di tengah masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) tak henti untuk melakukan pendekatan dengan warga binaan yang berada di wilayah teritorial.


Pada kesempatan itu, Babinsa Koramil 01/Sikabaluan, Kodim 0319/Mentawai, Sertu Muskhandar bersama Seda Irfan Munthe terlihat akrab dengan warga bahas sosial kehidupan masyarakat.


"Komsos yang kita lakukan ini sebagai bentuk kedekatan kita dengan masyarakat dan hal ini harus di laksanakan agar komunikasi tetap terjaga dengan baik" ucap salah satu Babinsa sertu Muskhandar, Senin (16/3/2026).


Kehadiran Babinsa ditengah masyarakat tidak hanya sebatas komunikasi, namun memberikan terbaik untuk warga binaan salah satunya memotivasi warga dan lain-lain.


"Kita berharap komunikasi dengan warga binaan terus terjalin dengan baik dan memberikan dampak bagi masyarakat di wilayah teritorial" pungkasnya.



Editor : Tim Redaksi

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengingatkan para penumpang kereta api untuk t8idak menggunakan perhiasan yang mencolok selama melakukan perjalanan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya preventif guna menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi seluruh pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa meskipun area stasiun maupun rangkaian kereta api telah dilengkapi sistem pengamanan dan berada dalam pengawasan petugas, penumpang tetap diharapkan memiliki kewaspadaan pribadi, terutama dalam menjaga barang-barang berharga yang dibawa.

“Kami mengingatkan kepada para penumpang agar tidak mengenakan perhiasan yang terlalu mencolok ataupun membawa barang berharga secara berlebihan selama perjalanan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi potensi tindak kejahatan serta mendukung terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.

Pada masa Angkutan Lebaran Tahun ini, KAI juga mengimbau pelanggan untuk lebih memperhatikan barang bawaan masing-masing, terutama ketika akan turun dari kereta api. Penumpang diminta memastikan seluruh barang pribadi telah dibawa dan tidak tertinggal di kursi maupun di area bagasi.

Apabila pelanggan mengalami kehilangan barang, mereka dapat segera melaporkannya melalui layanan lost and found atau kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121 agar dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, pelanggan juga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitar serta segera menyampaikan kepada petugas apabila melihat hal-hal yang mencurigakan baik di stasiun maupun di dalam kereta api.

“KAI senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan bagi seluruh pelanggan. Oleh karena itu, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat untuk mematuhi imbauan ini agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan berkesan,” tambah Reza.

“Kami berharap masa libur panjang ini dapat berjalan dengan lancar, serta seluruh pelanggan dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan membawa kembali seluruh barang bawaannya dengan lengkap,” tutup Reza.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kereta api maupun proses pengembalian tiket, pelanggan dapat menghubungi:
Media Sosial: @KAI121
Email: cs@kai.id
WhatsApp KAI121: 0811-1211-1121.(*)

 

Wakil Ketua DPRD Kota Padang
 Osman Ayub
 
INFONEWS -Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub, menyoroti masih terjadinya aksi pemalakan terhadap pengunjung di kawasan Pantai Padang. Ia meminta pemerintah kota bersama aparat terkait segera mengambil tindakan tegas karena kejadian tersebut dinilai merusak citra pariwisata Kota Padang, terlebih menjelang meningkatnya kunjungan wisata saat Hari Raya Idul Fitri.


Sorotan tersebut muncul setelah beredar sebuah video pendek di media sosial yang memperlihatkan seorang pria menahan telepon genggam milik pengunjung di kawasan pantai. Video yang sempat viral di Instagram itu menuai banyak kecaman dari warganet karena dianggap menunjukkan belum tuntasnya persoalan pungutan liar dan pemalakan di salah satu ikon pariwisata Kota Padang tersebut.

Osman Ayub mengatakan praktik pemalakan di kawasan wisata itu bukan kali pertama terjadi. Ia menilai kasus yang terus berulang menandakan perlunya langkah penanganan serius dan terkoordinasi dari berbagai pihak. Kami minta aparat terkait segera bertindak dan jangan dibiarkan berlarut-larut,” ujar Osman Ayub, Sabtu (14/3/2026).

“Camat Padang Barat harus berkoordinasi dengan Danramil, Kapolsek, dan juga Dinas Pariwisata. Ini sudah tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kenyamanan wisatawan,” katanya.

Osman menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dalam waktu dekat Kota Padang akan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan saat libur lebaran. Kawasan Pantai Padang merupakan salah satu destinasi utama yang selalu dipadati pengunjung.

Jika praktik pemalakan terus terjadi, menurutnya hal itu dapat merusak citra pariwisata daerah dan menurunkan kepercayaan wisatawan yang datang berkunjung.

Ia juga menyoroti adanya dugaan tindakan intimidasi terhadap pengunjung, bahkan sampai pada penyitaan telepon genggam milik wisatawan. Hal tersebut dinilai sudah masuk ranah pidana dan harus ditindak tegas oleh aparat.

“Kalau sudah sampai intimidasi dan penyitaan barang milik pengunjung, itu sudah pidana. Ini sangat memalukan bagi kawasan wisata kita,” tegasnya.

Sebagai fungsi pengawasan di DPRD, Osman menyebut pihaknya sebelumnya juga telah melakukan pembahasan atau hearing dengan dinas terkait mengenai persoalan serupa yang terjadi di beberapa kawasan wisata.

“Persoalan ini sebenarnya sudah pernah kami bahas dengan dinas terkait. Harusnya itu menjadi pembelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

“Kami selaku pimpinan DPRD Kota Padang meminta persoalan ini ditangani serius. Duduk bersama cari solusi, libatkan Satpol PP, Dinas Pariwisata, kecamatan, dan kepolisian,” katanya.

Osman berharap langkah penertiban dan pengawasan di kawasan wisata dapat diperkuat agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berwisata di Pantai Padang.(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.