Latest Post

 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berinovasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset perusahaan melalui pengembangan Space by KAI, sebuah platform digital yang menghadirkan kemudahan bagi investor, pelaku usaha, maupun mitra bisnis untuk mengakses informasi berbagai aset strategis KAI di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah operasional Divisi Regional II Sumatera Barat.

Melalui laman space.kai.id, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai peluang pemanfaatan aset KAI secara lebih cepat, lengkap, dan transparan. Kehadiran platform ini merupakan bagian dari transformasi digital KAI dalam meningkatkan kualitas layanan bisnis sekaligus memperluas peluang investasi berbasis aset perusahaan.

Sebelumnya, informasi mengenai aset komersial KAI khususnya di wilayah Divre II Sumbar dipublikasikan melalui media cetak yang memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan distribusi, kecepatan pembaruan data, serta efisiensi penyampaian informasi. Kini, melalui Space by KAI, seluruh informasi aset dapat diakses secara daring sehingga memudahkan calon investor dalam mengidentifikasi peluang usaha sesuai kebutuhan.

Di wilayah Divre II Sumatera Barat, KAI menawarkan beragam aset yang memiliki potensi untuk dikembangkan bersama mitra bisnis, mulai dari lahan, bangunan, ruang usaha di stasiun, rumah perusahaan, media periklanan, hingga berbagai aset pendukung operasional perkeretaapian lainnya. Seluruh aset yang ditampilkan dilengkapi dengan informasi lokasi, luas area, foto, deskripsi, status aset, serta informasi pendukung lainnya yang memberikan gambaran menyeluruh kepada calon mitra.

Platform ini juga dilengkapi fitur pencarian digital berbasis peta interaktif (interactive map) yang memungkinkan pengguna menelusuri aset berdasarkan lokasi maupun jenis kebutuhan usaha. Dengan dukungan teknologi geotagging, pengguna dapat mengetahui posisi aset secara lebih akurat sehingga proses survei maupun perencanaan investasi menjadi lebih mudah dan efisien.

Selain itu, Space by KAI telah terintegrasi dengan database aset perusahaan sehingga informasi yang tersedia selalu diperbarui secara berkala. Hal ini memberikan kepastian bagi calon investor dalam memperoleh informasi terkini mengenai aset yang masih tersedia untuk dimanfaatkan.

Tidak hanya menyediakan informasi aset, platform ini juga menghadirkan fitur direct contact yang memungkinkan calon mitra berkomunikasi langsung dengan tim pemasaran aset KAI untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme kerja sama, proses sewa, maupun peluang pemanfaatan aset sesuai kebutuhan bisnis.

Pengembangan Space by KAI akan terus dilakukan secara bertahap. Saat ini platform telah menghadirkan katalog digital aset, geolocation aset komersial, integrasi database aset perusahaan, serta integrasi dengan kai.id. Ke depan, platform ini akan terhubung dengan Access by KAI sehingga eksposur aset dapat menjangkau jutaan pelanggan KAI di seluruh Indonesia.

Tahap pengembangan berikutnya juga akan menghadirkan berbagai fitur baru, seperti integrasi Point of Interest (POI), rekomendasi bisnis berdasarkan potensi aset, klasifikasi aset sesuai jenis usaha, dashboard mitra B2B untuk monitoring kontrak dan revenue sharing, perpanjangan kontrak secara digital, pengajuan perubahan data maupun lokasi sewa, hingga sistem bidding untuk aset potensial.

Selanjutnya, KAI juga menyiapkan fitur simulasi bisnis, estimasi Return on Investment (ROI), simulasi biaya beserta termin pembayaran, serta integrasi dengan lembaga pembiayaan sebagai bentuk dukungan terhadap kemudahan investasi dan pengembangan usaha para mitra.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor yang berminat memanfaatkan aset KAI di wilayah operasional Divre II Sumatera Barat, informasi lengkap dapat diakses melalui space.kai.id. “Calon mitra juga dapat menghubungi kontak yang tersedia pada platform tersebut atau datang langsung ke Kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Jalan Stasiun No. 1, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat 25129” kata Reza.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa pengembangan Space by KAI merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan bisnis yang semakin terbuka, modern, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

“Melalui Space by KAI, kami berharap masyarakat dan dunia usaha semakin mudah memperoleh informasi aset yang dibutuhkan untuk mengembangkan kegiatan bisnis. Berbagai aset strategis KAI yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Barat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama mitra sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, mendorong pertumbuhan investasi daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset negara secara produktif,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui penutupan sejumlah perlintasan liar di wilayah operasional perusahaan.

Pada Senin (8/6), KAI Divre II Sumbar bersama stakeholder terkait melaksanakan penutupan tiga perlintasan liar yang berada di lintas Lubuk Alung–Pariaman, yakni :
• KM 57+1/2 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman
• KM 57+1/2 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman
• KM 57+2/3 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman

Kali ini, penutupan perlintasan liar dilakukan oleh tim Pengamanan dan Prasarana KAI Divre II Sumbar, Perwakilan Polsek Kota Pariaman, Penutupan juga melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Pariaman, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans), Kepala Desa Cimparuah beserta jajaran, Dubalang Desa Cimparuah, perangkat kewilayahan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil joint inspection yang sebelumnya dilakukan oleh KAI Divre II Sumbar bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan BAPEDA guna mengidentifikasi dan mengevaluasi titik-titik perlintasan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu keselamatan operasional perjalanan kereta api. Selain tidak memiliki izin resmi, perlintasan tersebut umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang memadai sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi perkeretaapian. Oleh karena itu, KAI terus melakukan berbagai upaya secara konsisten dan berkelanjutan guna meminimalkan potensi risiko di jalur kereta api.

“Penutupan perlintasan liar merupakan salah satu langkah nyata yang kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholder agar tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib,” ujar Reza.

Hingga saat ini, KAI Divre II Sumbar telah menutup 21 perlintasan liar dari total 35 titik perlintasan liar yang menjadi program penutupan secara bertahap sesuai program nasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 titik berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2026, sementara 4 titik lainnya telah ditutup pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa penguatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui penutupan perlintasan liar. KAI juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur yang berlaku, serta memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional perusahaan.

Selain itu, KAI secara berkelanjutan melaksanakan edukasi dan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, sekolah, komunitas, pemerintah daerah, serta pengguna jalan. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di sekitar jalur kereta api maupun perlintasan sebidang.

“KAI terus memperkuat keselamatan melalui penutupan perlintasan liar, peningkatan kompetensi SDM, penerapan SOP secara disiplin, serta edukasi publik yang dilakukan secara berkelanjutan bersama seluruh stakeholder. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup, tidak melakukan aktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan sebidang sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui sinergi antara KAI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian di Sumatera Barat dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga tercipta layanan transportasi yang semakin aman, andal, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.(*)

INFONEWS  -Di dataran tinggi Nagari Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, berdiri Stasiun Kayutanam, sebuah stasiun kelas II yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perkeretaapian di Sumatera Barat. Dibangun pada masa kolonial Belanda dan kini berstatus sebagai bangunan cagar budaya, stasiun ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga merepresentasikan warisan perkembangan teknologi transportasi berbasis rel di wilayah Sumatera Barat.

Pada masanya, Stasiun Kayutanam merupakan simpul utama yang menghubungkan kawasan pesisir dengan wilayah pedalaman Sumatera Barat. Dari stasiun inilah dahulu beroperasi jalur kereta api bergigi (rack railway), satu-satunya di Sumatera Barat, yang memungkinkan perjalanan kereta melintasi medan pegunungan menuju Padang Panjang. Meskipun jalur tersebut kini telah menjadi bagian dari sejarah, bangunan stasiun tetap berdiri kokoh dengan karakter arsitektur kolonial yang masih terpelihara.

Seiring perkembangan zaman, peran Stasiun Kayutanam terus bertransformasi. Setelah kembali melayani perjalanan kereta api lokal sejak tahun 2016, kini stasiun tersebut menjadi titik awal layanan KA Lembah Anai yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas di Kota Padang.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, mulai 1 Januari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melakukan perubahan relasi KA Lembah Anai dari sebelumnya melayani rute Kayutanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Kayutanam–Padang. Perubahan tersebut merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mudah diakses, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat.

Selain memperluas jangkauan layanan, KAI Divre II Sumbar juga meningkatkan kapasitas angkut KA Lembah Anai. Jika sebelumnya menggunakan Railbus dengan kapasitas 78 tempat duduk, kini layanan dioperasikan menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi (K3) dengan kapasitas 192 tempat duduk. Peningkatan kapasitas tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk memanfaatkan transportasi kereta api dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.

Berbagai peningkatan layanan tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan jumlah pelanggan. Selama periode Januari hingga Mei, volume pelanggan KA Lembah Anai terus menunjukkan tren peningkatan, yaitu sebanyak 11.680 pelanggan pada tahun 2023, meningkat menjadi 13.135 pelanggan pada tahun 2024, kemudian mencapai 13.260 pelanggan pada tahun 2025. Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan melonjak signifikan menjadi 24.783 pelanggan.

Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, KA Lembah Anai melayani sebanyak 24.783 pelanggan, meningkat 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 13.260 pelanggan.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, bebas dari kemacetan, serta memiliki tarif yang terjangkau. Tren positif ini juga menunjukkan bahwa pengembangan layanan KA Lembah Anai mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat, baik untuk mendukung mobilitas harian, perjalanan menuju tempat kerja dan pendidikan, maupun aktivitas wisata.

KAI juga menetapkan tarif yang terjangkau, yaitu Rp3.000 untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, serta Rp5.000 untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya. Dengan jadwal perjalanan yang teratur serta tarif yang ekonomis, KA Lembah Anai diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari sekaligus mendorong penggunaan transportasi massal berbasis rel yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan merupakan indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KA Lembah Anai.

“Pertumbuhan volume pelanggan KA Lembah Anai hingga 87 persen menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang andal. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” ujar Reza.

Menurutnya, pengembangan layanan KA Lembah Anai merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kereta api menawarkan kepastian waktu tempuh, kenyamanan selama perjalanan, serta menjadi solusi mobilitas yang bebas dari kemacetan. Kami berharap KA Lembah Anai terus menjadi pilihan masyarakat Sumatera Barat, baik untuk aktivitas sehari-hari, perjalanan menuju tempat kerja dan pendidikan, maupun sebagai sarana menikmati potensi wisata di sepanjang jalur Lembah Anai,” tambah Reza.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan pelayanan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumatera Barat juga terus melakukan berbagai penyempurnaan, mulai dari peningkatan kebersihan, keandalan sarana, optimalisasi pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

Melalui pengembangan layanan KA Lembah Anai, KAI tidak hanya menghadirkan moda transportasi yang modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga menghidupkan kembali peran Stasiun Kayutanam sebagai simpul mobilitas yang memiliki nilai sejarah tinggi. Dari sebuah stasiun yang pernah menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian di Sumatera Barat, Stasiun Kayutanam kini kembali menjalankan perannya sebagai penghubung masyarakat dengan pusat-pusat aktivitas sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang berkelanjutan di Sumatera Barat.(*)


INFONEWS-Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta penerapan berbagai program efisiensi energi di lingkungan operasional perusahaan.

Sebagai moda transportasi massal berbasis rel, kereta api memiliki peran strategis dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dibandingkan kendaraan pribadi, kereta api mampu mengangkut lebih banyak penumpang dalam satu perjalanan dengan tingkat konsumsi energi yang lebih efisien, sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Secara rata-rata, emisi kereta api berada pada kisaran 30–40 gram CO₂ per penumpang per kilometer, jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi yang dapat mencapai 150–200 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Tingkat efisiensi tersebut menjadikan kereta api mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 75 persen dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Kontribusi nyata moda transportasi berbasis rel tersebut tercermin dari tingginya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api di Sumatera Barat. Sepanjang tahun 2025 hingga Mei 2026, KAI Divre II Sumbar telah melayani 2.891.915 pelanggan. Dengan jumlah tersebut, penggunaan transportasi kereta api diperkirakan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga sekitar 10.000 ton CO₂ dibandingkan apabila perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi di sektor transportasi.

Sebagai bagian dari implementasi energi hijau, KAI Divre II Sumbar telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Stasiun Padang sejak Desember 2024 dengan kapasitas terpasang sebesar 40,7 kWp. Pemanfaatan energi surya ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Selain di Stasiun Padang, KAI Divre II Sumbar juga tengah mempersiapkan pengembangan pemanfaatan PLTS di Depo dan Kantor Divre II Sumbar serta Mess KAI Padang sebagai bagian dari perluasan penggunaan energi baru terbarukan di lingkungan kerja perusahaan.

Keberadaan PLTS tersebut memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, setara dengan penanaman sekitar 570 pohon dan berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 366 ton CO₂ per tahun. Di samping mendukung pelestarian lingkungan, penggunaan energi surya juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi operasional melalui pengurangan konsumsi listrik dari sumber energi konvensional.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pelaksanaan program Green Movement di lingkungan kerja. Salah satu implementasinya adalah kebijakan Green Transportation Day yang dilaksanakan setiap hari Kamis, di mana seluruh pekerja didorong untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti kereta api, angkutan umum, bersepeda, maupun berjalan kaki saat berangkat dan pulang kerja.

Tidak hanya itu, KAI Divre II Sumbar juga terus mengoptimalkan berbagai langkah efisiensi energi melalui penggunaan lampu LED hemat energi pada fasilitas operasional, pengaturan konsumsi daya listrik secara lebih efektif, serta peningkatan efisiensi operasional perjalanan kereta api guna mendukung penghematan penggunaan bahan bakar.

Berbagai inisiatif tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong dekarbonisasi sektor transportasi, di mana penguatan transportasi publik berbasis rel menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan sistem transportasi yang rendah emisi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai peran transportasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Transportasi berbasis rel merupakan salah satu solusi mobilitas berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui penyediaan layanan transportasi massal rendah emisi, pemanfaatan energi hijau, serta penerapan berbagai program keberlanjutan lainnya, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung terwujudnya masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat transformasi hijau di sektor transportasi melalui peningkatan layanan yang semakin efisien, modern, aman, dan berkelanjutan. Upaya tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.(*)



 

INFONEWS- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyambut kedatangan para tamu dan delegasi International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang tiba di provinsi Sumatera Barat di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (3/6). Penyambutan tersebut merupakan bentuk dukungan KAI terhadap penyelenggaraan agenda internasional yang mengangkat kekayaan literasi, budaya, dan sejarah Minangkabau.

IMLF ke-4 tahun 2026 mengusung tema “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota” dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni 2026 ini terbagi dalam dua kelompok utama, yaitu kegiatan literasi pada 3–7 Juni 2026 serta kegiatan seni, budaya, dan sejarah pada 7–21 Juni 2026.

Festival yang diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Satu Pena Sumatera Barat tersebut diikuti sekitar 250 delegasi dari 36 negara. Para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang mengangkat tema sejarah, ekonomi kreatif, pariwisata, sosial, pendidikan, tata kota, sastra, budaya, dan adat Minangkabau. Beragam agenda tersebut menjadi sarana untuk menggali sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Minangkabau selama satu abad perjalanan Jam Gadang.

Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, para delegasi mendapatkan sambutan khas budaya Minangkabau yang telah dipersiapkan oleh panitia bersama KAI Divre II Sumbar. Rangkaian penyambutan meliputi pertunjukan tari tradisional, pembacaan puisi, penyajian kuliner khas Minangkabau, edukasi singkat mengenai perkeretaapian di Sumatera Barat, hingga sesi foto bersama di atas Kereta Minangkabau Ekspres bersama awak kereta api sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa KAI mendukung penuh penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang sebagai momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional.

“Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat. KAI Divre II Sumbar siap memberikan dukungan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi budaya, literasi, dan pariwisata yang mendunia,” ujar Lutfi Wijaya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa partisipasi KAI dalam menyambut para delegasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi daerah.

“KAI Divre II Sumbar merasa bangga dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival 2026. Kehadiran para delegasi dari berbagai negara merupakan momentum penting untuk memperkenalkan budaya Minangkabau sekaligus layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan di Sumatera Barat,” ujar Reza.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat rapat koordinasi persiapan kegiatan di Rumah Dinas Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan IMLF ke-4 dan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang, termasuk KAI Divre II Sumbar yang turut berperan dalam menyambut kedatangan para delegasi dan tamu undangan.

“IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan momentum bersejarah bagi Kota Bukittinggi untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan nilai-nilai Minangkabau kepada masyarakat dunia. Kehadiran delegasi dari 36 negara menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk memperkuat jejaring budaya dan pariwisata internasional. Kami berharap mereka mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di Bukittinggi dan Sumatera Barat,” ujar Ramlan Nurmatias.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4, Sastri Bakry, yang menilai dukungan KAI Divre II Sumbar menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan festival tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas dukungan dan sambutan yang diberikan kepada para delegasi IMLF ke-4. Kehadiran KAI memberikan pengalaman yang nyaman dan berkesan bagi para tamu dari berbagai negara yang datang ke Sumatera Barat. Sinergi ini menjadi wujud kolaborasi yang baik dalam menyukseskan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang,” ungkap Sastri Bakry.

Salah seorang delegasi yang hadir, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, Armin Limo, mengungkapkan apresiasinya terhadap sambutan yang diterimanya serta perkembangan transportasi perkeretaapian di Indonesia.

“My name is Armin Limo, Ambassador of Bosnia and Herzegovina. I am truly honored and delighted to be here, and I would like to thank everyone for the warm welcome and hospitality I have received since my arrival. It is a pleasure to attend the International Minangkabau Literacy Festival and join fellow members of the diplomatic corps in this important event. I once had the opportunity to experience the Jakarta–Bandung High-Speed Railway, which was truly remarkable. The journey was comfortable, modern, and efficient, and I can confidently say it was one of the best train experiences I have ever had. Coming from Bosnia and Herzegovina, where we do not yet have railway services of this speed and quality, I was genuinely impressed by Indonesia’s railway development. I look forward to participating in the festival and learning more about the culture and achievements of this wonderful region,” jelas Armin Limo.

Kesan positif juga disampaikan oleh salah seorang delegasi asal Australia, May, yang mengapresiasi pemilihan Stasiun BIM sebagai lokasi penyambutan peserta festival.

“I am originally from Vietnam and currently reside in Australia. I am very pleased to be part of the International Minangkabau Literacy Festival (IMLF). Holding the welcoming event at Padang Railway Station is a wonderful idea, as it not only highlights one of the city’s iconic public spaces but also attracts the attention of the wider community. I believe this festival will strengthen cultural connections, promote literacy, and create meaningful exchanges of ideas among participants from different countries and backgrounds. I am truly enjoying my time here. The atmosphere is welcoming, and the venue provides a memorable experience for all delegates,” ujar May.

Melalui dukungan terhadap penyelenggaraan IMLF ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional yang berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, peningkatan literasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah. KAI berharap kolaborasi ini semakin memperkuat citra Sumatera Barat sebagai destinasi budaya dan literasi dunia, sekaligus mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang.(*)

 

Ade Arief Mochtar selaku Regional CEO Region II/Sumatera 2 serahkan plakat cendramata pada Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z. 

INFONEWS- Bank Mandiri laksanakan berbagai kegiatan-kegiatan positif jelang menyambut perayaan Ultah Bank Mandiri pada 2 Oktober mendatang.

Salah satu agenda kita untuk menyambut Ultah  Bank Mandiri di tanggal 2 Oktober 2026 nanti adalah dengan melaksanakan kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Padang pada Selasa (2/6/2026) bertempat di Kantor Cabang Bank Mandiri lt 2 Kota Padang.

Hal ini disampaikan Ade Arief Mochtar selaku Regional CEO Region II/Sumatera 2. Bahwa dari mulai sekarang, Bank Mandiri banyak laksanakan kegiatan-kegiatan yang notabene ini adalah bagaimana Bank Mandiri bisa memberikan suatu hal positif di semua lini.

"Kalau di region 2, itu ada 6 provinsi yang akan melaksanakan kegiatan donor darah Mandiri 2026. Nah yang pertama kali kita laksanakan di Kota Padang, " ujarnya.

Kegiatan ini, konsep ini akan berjalan setiap tahun, tapi kita coba di tahun ini bagaimana pelaksananya.
Tapi kalau saya melihat di Kota Padang ini, antusias yang cukup luar biasa, saya katakan tahun depan akan terus kita laksanakan.

"Untuk peserta dan target  tidak kita batasin, cuma sudah terdaftar pada pagi hari ini lebih kurang 390 peserta yang ikut donor," pungkasnya.

Sementara Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif mengatakan,pertama sekali kita mengucapkan terima kasih banyak kepada Bank Mandiri yang telah melaksanakan donor darah pada pagi hari ini.

Karena kita di UDD PMI Kota Padang selalu kekurangan stok darah, apalagi saat-saat sekarang masih kurang setiap harinya 100 kantong.Dengan adanya donor darah di Bank Mandiri ini, insya Allah bisa tertutupi untuk beberapa hari.

"Kami mangajak, mudah-mudahan Bapak-Ibu rutin laksanakan donor darah,karena donor darah kita tidak sekali ulang, dua bulan sekali bisa donor darah lagi.Bapak-Ibu bisa laksanakan donor darah disini tapi dan juga ada di UDD PMI Kota Padang, " pungkasnya.(bim)

 

INFONEWS-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan transportasi kereta api selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H, libur Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Selama enam hari masa angkutan, KAI Divre II Sumbar berhasil melayani sebanyak 40.514 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat.

KA Pariaman Ekspres menjadi layanan yang paling diminati dengan jumlah pengguna mencapai 30.255 penumpang atau setara 119 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 25.440 tempat duduk. Tingginya capaian ini mencerminkan tingginya mobilitas dan perputaran pelanggan pada layanan KA Pariaman Ekspres selama periode libur panjang. Adapun KA Minangkabau Ekspres melayani 5.877 penumpang, sedangkan KA Lembah Anai melayani 4.382 penumpang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi pilihan untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan selama masa liburan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa hasil positif ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang menawarkan perjalanan aman, nyaman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur panjang. Tingginya jumlah penumpang yang kami layani menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat hingga tujuan,” ujar Reza.

Sementara itu, Rizki Amanda, mahasiswa Universitas Dharma Andalas sekaligus pengguna jasa KA Pariaman Ekspres, mengaku puas dengan layanan yang diberikan KAI selama masa libur panjang. Menurutnya, kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, dan tepat waktu untuk bepergian.

“Saya memilih KA Pariaman Ekspres karena perjalanannya nyaman, tarifnya terjangkau, dan waktunya lebih pasti. Selain itu, kondisi kereta maupun stasiun juga bersih, sehingga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Saya berharap pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Rizki.

Selama periode angkutan libur panjang, Stasiun Padang tercatat sebagai stasiun keberangkatan dengan jumlah pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 11.164 penumpang. Berikutnya adalah Stasiun Pariaman dengan 7.594 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 3.243 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 2.893 penumpang, serta Stasiun Lubuk Alung sebanyak 2.058 penumpang.

Pada sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi tujuan favorit pelanggan dengan total kedatangan mencapai 11.526 penumpang. Selanjutnya, Stasiun Pariaman mencatat 8.024 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 3.258 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 2.365 penumpang, dan Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebanyak 2.108 penumpang.

Guna mendukung tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal melalui kesiapan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan operasional, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Berkat berbagai langkah tersebut, seluruh perjalanan kereta api sepanjang periode angkutan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.

Di samping berfokus pada pelayanan, KAI Divre II Sumbar terus menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional perkeretaapian. Sepanjang masa angkutan libur panjang, petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta sosialisasi keselamatan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel.

KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat untuk senantiasa disiplin dan mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dengan mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti sejenak sebelum melintas, serta memastikan kondisi aman dari kedua arah. Masyarakat juga diingatkan agar tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh pihak. Melalui kepatuhan terhadap aturan di perlintasan serta tidak beraktivitas di jalur rel, kita dapat mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat bagi semua,” tutup Reza..(*)

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.