Latest Post

 

INFONEWS-Anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif, S.HI menantang Pemerintah Kota Padang serius membenahi kondisi Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan. Persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan dinilai menjadi penyebab utama kesemrawutan kawasan pasar yang berada di jalur utama Padang-Solok tersebut.

Tantangan itu disampaikan Yusri menyikapi rencana Dinas Perdagangan Kota Padang menata kembali kawasan Pasar Bandar Buat. Salah satu rencana yang disiapkan Pemko Padang adalah menjadikan pelataran parkir sebagai sentra kuliner malam setelah para pedagang direlokasi ke blok dan petak yang tersedia di lantai dasar maupun lantai dua.

“Jika Pemko serius, kita juga akan serius mengawal ini. Kenapa saya tantang untuk serius, karena selama ini kesannya masih separuh hati. Beberapa kali penertiban PKL, faktanya sampai kini tidak mengubah keadaan,” kata Yusri, Jumat (11/9/2026).

Ketua Fraksi PKB-Ummat DPRD Kota Padang dari daerah pemilihan Pauh dan Lubuk Kilangan itu menilai persoalan Pasar Bandar Buat tidak bisa diselesaikan hanya dengan penertiban sesaat. Menurutnya, diperlukan penataan yang konsisten agar aktivitas pedagang, parkir, dan pengunjung dapat berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Rencana tersebut dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, S.STP., M.M. Ia mengatakan, penataan pelataran parkir menjadi sentra kuliner malam akan dilakukan setelah pedagang dikembalikan ke blok dan petak yang tersedia di dalam bangunan pasar.

“Ya, tentunya setelah para pedagang kita relokasi kembali ke blok dan petak-petak yang berada di lantai dasar maupun di lantai dua,” ujar Fizlan, Jumat (11/9/2026).

Fizlan menjelaskan, penataan Pasar Bandar Buat merupakan bagian dari upaya Pemko Padang mengurai berbagai persoalan yang selama ini membuat kawasan tersebut terlihat semrawut. Dua masalah utama yang menjadi perhatian adalah PKL yang berjualan tidak pada tempatnya serta kendaraan yang parkir di bahu jalan.

“Parkir dan PKL adalah dua momok yang jadi pemicu kesemrawutan wajah Pasar Bandar Buat. Setelah benar-benar ditata, kita berharap tidak ada lagi PKL yang berjualan di sembarangan tempat, tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan,” katanya.

Untuk mendukung penataan itu, Dinas Perdagangan akan melakukan pengaspalan ulang pelataran parkir guna memperbaiki sejumlah kerusakan ringan. Pemko Padang juga berencana memindahkan kontainer sampah di sekitar tugu yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung pasar.

Selain itu, pembenahan akan dilakukan pada sejumlah fasilitas pendukung. Dinas Perdagangan menyiapkan pembangunan kanopi bagi pedagang di lantai dua, perbaikan saluran drainase, serta pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Bandar Buat. 

Yusri Latif yang juga Ketua DPC PKB Kota Padang ini menegaskan siap mengawal seluruh proses tersebut agar rencana penataan benar-benar terealisasi dan mampu menjadikan Pasar Bandar Buat lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi pedagang maupun masyarakat. (Pajok) 

INFONEWS-Setelah melalui rangkaian pertandingan selama dua hari, Tournament E-Sport Mobile Legends dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang diselenggarakan KAI Divre II Sumbar resmi berakhir pada Kamis (10/9). Kompetisi yang mempertemukan insan transportasi dari berbagai instansi di Sumatera Barat tersebut berlangsung dengan penuh sportivitas dan semangat kebersamaan, dengan Tim Lambut dari KAI Divre II Sumbar berhasil meraih juara pertama.


Posisi juara kedua diraih Tim RTB6 dari Otoritas Bandara Wilayah VI Padang, sementara Tim TFOP dari KAI Divre II Sumbar berhasil menempati posisi ketiga.

Tournament E-Sport Mobile Legends Harhubnas 2026 telah dimulai sejak Rabu (9/9) di Peron Bandara Stasiun Padang dan diikuti oleh 24 tim yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta mitra sektor perhubungan di wilayah Sumatera Barat. Para peserta terdiri dari ASN, PPPK, pegawai tetap, maupun pegawai kontrak resmi dari masing-masing instansi.

Pada hari pertama, para peserta berkompetisi melalui babak penyisihan grup. Pertandingan kemudian berlanjut pada Kamis (10/9) dengan babak quarterfinal, semifinal, hingga Grand Final yang menentukan tiga tim terbaik dalam kompetisi tersebut.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang pertandingan. Ia juga mengucapkan selamat kepada tim yang berhasil meraih prestasi terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan sportivitas. Bagi kami, kegiatan ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana momentum Harhubnas dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan serta memperkuat sinergi antarinsan transportasi,” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, nilai-nilai yang tercermin selama kompetisi, seperti kerja sama tim, komunikasi, kedisiplinan, integritas, sportivitas, serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, memiliki relevansi dengan pelaksanaan tugas di sektor transportasi.

“Transportasi merupakan satu ekosistem yang membutuhkan kolaborasi. Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Karena itu, semangat kebersamaan yang terbangun melalui rangkaian Harhubnas ini diharapkan dapat terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehingga koordinasi dan kolaborasi antarinstansi semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan transportasi terbaik bagi masyarakat,” lanjut Lutfi.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa pertemuan antarinsan transportasi melalui kegiatan Harhubnas memiliki nilai penting dalam membangun komunikasi dan hubungan antarlembaga yang semakin erat.

“Interaksi yang terbangun melalui kegiatan ini memberikan kesempatan bagi insan transportasi untuk semakin mengenal satu sama lain di luar rutinitas pekerjaan. Hubungan yang semakin erat akan menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih efektif ketika kita menjalankan tugas dan tanggung jawab di sektor transportasi,” ujar Reza.

Menurut Reza, antusiasme 24 tim dari berbagai instansi juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan insan transportasi di Sumatera Barat. Harhubnas, menurutnya, bukan sekadar momentum peringatan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan semangat dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan transportasi.

“Harapan kami, kebersamaan yang tercipta selama turnamen tidak berakhir ketika pertandingan selesai. Komunikasi dan jejaring yang telah terbentuk dapat terus terpelihara sehingga menjadi energi positif untuk saling mendukung, memperkuat koordinasi, serta bersama-sama memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan selamat kepada Tim Lambut KAI Divre II Sumbar sebagai Juara I, Tim RTB6 Otoritas Bandara Wilayah VI Padang sebagai Juara II, serta Tim TFOP KAI Divre II Sumbar sebagai Juara III. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus menjunjung sportivitas sekaligus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kompetisi.

Lebih dari sekadar ajang pertandingan, Tournament E-Sport Mobile Legends Harhubnas 2026 menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarinsan transportasi di Sumatera Barat. Semangat kompetisi, kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi yang terbangun diharapkan terus tumbuh dalam mendukung terwujudnya sistem transportasi yang aman, nyaman, selamat, terintegrasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Kondisi pencemaran udara akibat kabut asap  yang masih terjadi di Kota Padang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang bergerak berinisiatif gerak cepat melakukan aksi kemanusiaan dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Pembagian sebanyak 2500 masker itu dipusatkan di kawasan Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, yang menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi. Masker dibagikan kepada para pedagang, pengunjung pasar, sopir dan penumpang angkutan umum,mobil pribadi,semua masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu.

Kegiatan pembagian masker tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, SH., MM, didampingi sekretaris PMI Kota Padang, Taufik Hidayat dan beserta pengurus PMI Kota Padang, Jumat (11/9/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Ketua PMI Kota Padang, Zulhardi Z Latif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons PMI terhadap kondisi lingkungan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Dalam kondisi pencemaran udara seperti saat ini, kita mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, terutama dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, PMI akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan tindakan kemanusiaan.

Zulhardi berharap pembagian masker ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan pernapasan serta mengurangi risiko dampak buruk akibat paparan udara yang tercemar akibat kondisi cuaca yang berkabut.(*)

 

INFONEWS-Sebagai bagian dari komitmen dalam memastikan keselamatan operasional perjalanan kereta api serta mengantisipasi potensi gangguan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin di sejumlah petak jalan, meliputi Stasiun Padang–Teluk Bayur–Bukit Putus–Pauh Lima–Indarung, Kamis (10/9).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dan diikuti oleh para Quality Control (QC) serta jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi prasarana perkeretaapian, antara lain rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, serta sistem drainase, khususnya pada titik-titik yang memiliki potensi terdampak genangan atau banjir.

Selain melaksanakan pemeriksaan lintas, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar juga melakukan pemantauan terhadap kesiapan operasional di sejumlah stasiun yang berada pada lintas Padang–Teluk Bayur–Bukit Putus–Pauh Lima–Indarung. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi siap dan andal dalam mendukung perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan lancar.

Dalam arahannya saat safety briefing di Stasiun Padang sebelum kegiatan dimulai, Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menegaskan bahwa penerapan budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama seluruh insan KAI dalam menjalankan kegiatan operasional. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, disiplin dalam menerapkan prosedur, serta proaktif dalam mengidentifikasi setiap potensi risiko. Setiap temuan di lapangan juga harus segera ditindaklanjuti melalui pengisian formulir Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), terutama pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam maupun cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa cek lintas merupakan bagian dari program pemeriksaan rutin yang dilaksanakan secara berkala dan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal, mendeteksi potensi bahaya sejak dini, serta menentukan langkah mitigasi yang diperlukan guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

“Melalui pemeriksaan secara langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung secara aman, selamat, dan andal,” ujar Reza.

Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumbar juga melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya disiplin serta kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api maupun ketika melintasi perlintasan sebidang.

Reza menyampaikan bahwa KAI Divre II Sumbar setiap harinya mengoperasikan sebanyak 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut komoditas klinker dan semen. Dengan tingginya frekuensi perjalanan kereta api tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, yaitu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak terdapat kereta api yang akan melintas sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dengan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.

Ia menambahkan, tindakan menerobos palang pintu perlintasan, mengabaikan Semboyan 35 berupa isyarat suara atau klakson lokomotif, maupun tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, pelanggaran tersebut juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk tuntutan ganti rugi apabila mengakibatkan kecelakaan maupun gangguan terhadap operasional perjalanan kereta api.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi atas hasil pemeriksaan lintas. Forum tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memastikan setiap temuan yang diperoleh di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh unit terkait sesuai dengan standar dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pemeriksaan prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sinergi dan kepedulian seluruh pihak merupakan kunci untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza.(*)

 

INFONEWS 'Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Manufer Putra Firdaus, kembali turun ke tengah masyarakat dalam rangka Reses Masa Persidangan III.

Lokasi ke-5 kegiatan reses kali ini dipusatkan di Komplek Lubuk Gading 3, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, beberapa waktu lalu.

Suasana keakraban dan kekeluargaan tampak menyelimuti jalannya silaturahmi tersebut. Kehadiran wakil rakyat dari partai besutan Prabowo Subianto ini disambut hangat oleh puluhan warga, tokoh masyarakat, serta pengurus lembaga keagamaan setempat.

Selain menyerap aspirasi, momen reses ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada pengurus Majelis Taklim Komplek Lubuk Gading 3. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di lingkungan sekitar.

Dalam dialog interaktif bersama warga, sejumlah usulan penting berhasil dihimpun. Aspirasi mendesak yang disampaikan masyarakat meliputi bantuan kelanjutan pembangunan masjid, peningkatan sarana dan prasarana TPQ, serta dukungan peralatan dan operasional bagi kelompok senam ibu-ibu.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Manufer menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi warga hingga terealisasi. Ia memastikan usulan yang masuk akan dimasukkan ke dalam program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Padang untuk tahun anggaran 2027.

Ia menambahkan bahwa Komplek Lubuk Gading 3 akan menjadi salah satu wilayah prioritas penerima manfaat program Pokir pada 2027 mendatang. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan di bidang keagamaan, pendidikan karakter anak melalui TPQ, dan kegiatan kebugaran warga merupakan hal mendasar yang harus didukung penuh oleh pemerintah.

Manufer menyampaikan rasa syukurnya karena beberapa program dari aspirasi periode sebelumnya di kawasan Lubuk Buaya sudah terealisasi dengan baik. Ke depan, ia berjanji akan terus hadir dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Koto Tangah secara bertahap dan berkesinambungan demi kemajuan bersama. (*)

 

INFONEWS-Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 diwujudkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui penyelenggaraan Tournament E-Sport Mobile Legends di Peron Bandara Stasiun Padang, Rabu (9/9). Kegiatan ini mempertemukan insan transportasi dari berbagai instansi di Sumatera Barat dalam kompetisi yang mengedepankan sportivitas, kerja sama, dan kolaborasi. Tournament tersebut digelar selama dua hari, 9–10 September 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani, S.Sos., M.M., serta diikuti 24 tim peserta yang berasal dari ASN, PPPK, pegawai tetap, maupun pegawai kontrak resmi dari instansi pemerintah, BUMN, dan mitra sektor perhubungan di wilayah Sumatera Barat.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa Tournament E-Sport tidak hanya menjadi sarana hiburan dan kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta membangun semangat kolaborasi antarinsan transportasi.

“Kompetisi E-Sport mengajarkan kita banyak hal yang juga sangat relevan dalam pekerjaan, mulai dari sportivitas, integritas, kerja sama tim, kedisiplinan, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Nilai-nilai tersebut penting untuk terus kita terapkan dalam memberikan pelayanan transportasi yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Lutfi.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan Harhubnas diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi, khususnya dalam menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani mengapresiasi pelaksanaan Tournament E-Sport sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Harhubnas 2026.

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah yang positif untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan meningkatkan semangat kolaborasi antarpelaku serta insan transportasi di Sumatera Barat. Mudah-mudahan semangat yang terbangun melalui kegiatan ini juga dapat kita bawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Dedy.

Tournament E-Sport Mobile Legends tersebut diikuti oleh 24 tim yang bertanding dengan mekanisme kompetisi yang dimulai melalui babak penyisihan grup pada hari pertama, Rabu (9/9). Selanjutnya, pada Kamis (10/9), kompetisi akan dilanjutkan dengan babak quarterfinal, semifinal, hingga Grand Final untuk menentukan tim terbaik dalam Tournament E-Sport Harhubnas 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Dedy Diantolani, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harhubnas 2026 di Sumatera Barat.

Melalui pelaksanaan Tournament E-Sport ini, KAI Divre II Sumbar berharap semangat kompetisi yang sehat dapat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpersonel dan antarinstansi di sektor transportasi.

Lebih dari sekadar pertandingan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, sportivitas, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh insan transportasi dalam mewujudkan transportasi yang semakin terintegrasi serta memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.

KAI Divre II Sumbar bersama insan transportasi Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(*)

 

INFONEWS-Fenomena kabut asap kiriman kembali mengepung Kota Padang dan memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat menembus angka 153 dengan dominasi polutan PM2.5 yang membatasi jarak pandang warga, Selasa (8/9/2026).

Kondisi buruk ini disinyalir merupakan imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah tetangga, seperti Riau dan Jambi. Pergerakan angin membawa material asap masuk ke Sumatera Barat, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Menanggapi situasi ini, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk bergerak cepat dengan menyasar lingkungan sekolah. Pihaknya mendesak Pemko tidak hanya membagikan masker kepada pengendara di jalan raya, tetapi juga menyalurkannya langsung kepada para murid dan guru.

"DPRD Padang menyarankan Pemko Padang untuk membagi-bagikan masker ke sekolah-sekolah. Jadi, selama kabut asap ini, seluruh siswa diwajibkan memakai masker," tegas Muharlion.

Lebih jauh, Muharlion menilai opsi pembelajaran tatap muka perlu dievaluasi jika ketebalan asap kian memburuk. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang harus berani mengambil langkah tegas guna melindungi peserta didik dari bahaya ISPA.

"Jika kabut asap ini berisiko merusak kesehatan, kami DPRD Padang menyarankan agar pendidikan dilaksanakan secara daring selama kabut asap teratasi," tambahnya.

Merespons desakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa instruksi kewajiban bermasker sudah diberlakukan sejak Senin (7/9/2026). Kendati demikian, sekolah belum memiliki anggaran untuk membagikan masker secara cuma-cuma setiap hari.

"Kami telah mewajibkan siswa yang datang ke sekolah untuk memakai masker yang disediakan oleh orang tua siswa. Jadi sekolah belum mampu menyediakan masker gratis kepada siswa setiap hari. Untuk sekolah daring, kami sedang memantau perkembangan keadaan. Jika kabut asap sangat berisiko, terpaksa sekolah secara daring," terang Yopi.

Dukungan terhadap fleksibilitas sistem belajar juga datang dari kalangan akademisi. Pakar Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Fitri Arsih, mengingatkan agar Pemko Padang serta pihak sekolah tidak memaksakan pembelajaran tatap muka saat kondisi udara membahayakan.

"Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik. Jangan sampai kita memaksakan pembelajaran tatap muka dalam kondisi yang justru membahayakan kesehatan anak. Kalau kualitas udara sudah sangat tidak sehat, pembelajaran dapat dialihkan sementara ke sistem daring," imbau Fitri.

Sebagai langkah mitigasi awal sebelum beralih ke sistem daring, Fitri juga menyarankan agar sekolah membatasi kegiatan luar ruangan seperti olahraga dan upacara, serta mengkaji opsi penyesuaian jam masuk sekolah. Di sisi lain, fenomena bencana ekologis ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan guru sebagai materi pembelajaran kontekstual mengenai pentingnya menjaga lingkungan. (Edg) 

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.